Kamis, 26 Maret 2009

Beasiswa

Beasiswa ITB Untuk Semua

Beasiswa
benirio
Jumat, 20 - Maret - 2009, 09:08:55

Program "ITB Untuk Semua" adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi dengan penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa "ITB Untuk Semua" . Untuk beasiswa ini, alokasi dana yang disediakan ialah 100 juta per anak untuk lima tahun. Dana akan diperoleh dari alumni ITB, baik perseorangan atau berkelompok. Alumni yang sudah bersedia menjadi orang tua asuh diantaranya Ir. Benny Subianto, Ir. Martiono Hadianto, Ir. Betty Alisjahbana, Ir. Karen Agustiawan. Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009.

Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung. Selama kuliah, para mahasiswa program "ITB Untuk Semua" akan mendapat arahan dari pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dan sebagainya. Para lulusan program "ITB Untuk Semua" diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.

Persyaratan
Para calon penerima beasiswa "ITB Untuk Semua" harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

* Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
* Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
* Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
* Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
* Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
* Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB


Bidang Studi yang Dapat Dipilih

Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:

* Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD),
* Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL),
* Fakultas Teknologi Industri (FTI),
* Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),
* Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD),
* Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM),
* Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI),
* Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),
* Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB),
* Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH),
* Sekolah Farmasi (SF),
* Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).


Cara Mendaftar
Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb:

* Fotocopy halaman depan rapor SMU dan halaman-halaman nilai (dari semester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak sekolah
* Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secara ekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akan> melakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisi keluarga calon mahasiswa)
* Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
* Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program "ITB Untuk Semua"
* Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakan pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisi masing-masing anggota keluarga, dsb]



Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke:
Panitia Penerimaan Beasiswa "ITB Untuk Semua"
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung

Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)

Ujian Penerimaan
Panitia seleksi tahap awal program "ITB Untuk Semua" akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:

* Kemampuan akademik
* Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikuti program "ITB Untuk Semua")
* Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar)
* Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah

Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.

Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.

Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa "ITB Untuk Semua" mulai mengikuti perkuliahan di ITB.

Trackback

* Trackback URI:http://www.itb.ac.id/news/trackback/2395

Minggu, 22 Maret 2009

Dokumentasi Kegiatan

TURNAMENT RPMR-S FUTSAL CUP 2009
21 Maret 2009
(Meraih Juara ke-3)













Jumat, 20 Maret 2009

Sekilas Info

Tahukah Anda Kabupaten Tertinggi Size Ekonominya di Babel?

Saya mulai posting ini dengan judul suatu pertanyaan yaitu "Tahukah Anda Kabupaten mana yang paling tinggi size (ukuran) ekonominya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung"?. Jawabannya adalah Kabupaten Bangka Barat. Buat saya pribadi, ini merupakan temuan yang mengejutkan mengingat Bangka Barat adalah "adik kandung" dari Kabupaten Bangka yang merupakan induk dari kabupaten ini sebelumnya. Dengan menggunakan data terbitan BPS tentang Produk Domestik Regional Bruto se Bangka Belitung, dapat diketahui bahwa dari total aktivitas perekonomian di Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Barat memiliki proporsi terbesar yaitu sebesar 24,76%. Angka ini tertinggi diikuti oleh Kabupaten Bangka dengan proporsi sebesar 17% dari total aktivitas perekonomian di Provinsi Bangka Belitung (lihat gambar berikut ini)



Diikuti kemudian dengan Kabupaten Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang. Temuan masih rendahnya kontribusi Kota Pangkalpinang dalam aktivitas perekonomian Provinsi Bangka Belitung ini memberikan pekerjaan rumah yang sangat besar mengingat Pangkalpinang adalah ibukota Provinsi ini yang seharusnya memainkan peranan yang sangat besar dalam menggerakkan perekonomian provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Tingginya peranan perekonomian Kabupaten Bangka Barat dalam aktivitas perekonomian di Provinsi Bangka Belitung tidak terlepas dari keberadaan Peltim (Peleburan Timah Muntok) yang memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembentukan aktivitas perekonomian Kabupaten Bangka Barat. Selain itu, aktivitas pertambangan timah juga memainkan peranan yang penting dalam perekonomian daerah ini. Tentu fakta bahwa timah masih dominan dalam aktivitas perekonomian daerah ini memberikan kekhawatiran masa depan pula mengingat timah merupakan komoditas yang saat ini sedang labil tingkat harga dunianya serta merupakan komoditas yang tidak terbaharukan (non renewable resources). Sudah saatnya, pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk meningkatkan energi kreatifnya dalam mempersiapkan perekonomian daerah pasca timah (post mining economy)

Diposkan oleh Syarif Syahrial

Rabu, 18 Maret 2009

Sekilas Info

Mengenal Bangka Belitung

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berada di bagian selatan Pulau Sumatera. Sesuai dengan namanya, provinsi ini merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari dua pulau besar yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.


Bangka Belitung sepertinya halnya Jambi, Lampung, Banten dan daerah lainnya di Indonesia, pada awalnya merupakan suatu keresidenan dan berubah menjadi Provinsi yang mulai efektif pada tahun 2001 dengan ditandai lahirnya UU No.27 Tahun 2000. Sumber data resmi dari Departemen Dalam Negeri mencatat bahwa Wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama Pulau Bangka berganti ganti menjadi daerah taklukan Kerajaan Sriwijaya, dan Majapahit.Setelah kapitulasi dengan Belanda, Kepulauan Bangka Belitung menjadi jajahan Inggris sebagai Duke of Island.

Pada tanggal 20 Mei 1812 kekuasaan Inggris berakhir setelah konvensi London 13 Agustus 1824, terjadi perlalihan kekuasaan daerah jajahan Kepulauan Bangka Belitung antara MH. Court (Inggris) dengan K.Hcyes (Belanda) di Mentok (ibukota Kabupaten Bangka Barat sekarang) pada 10 Desember 1816.

Kekuasaan Belanda mendapat perlawanan Depati Barin dan putranya Depati Amir yang di kenal sebagai perang Depati Amir (1849-1851). Kekalahan perang Depati Amir menyebabkan Depati Amir di asingkan ke Desa Air Mata Kupang NTT. Atas dasar stbl. 565, tanggal 2 Desember 1933 pada tanggal 11 Maret 1933 di bentuk Resindetil Bangka Belitung Onderhoregenheden yang dipimpin seorang residen Bangka Belitung dengan 6 Onderafdehify yang di pimpin oleh Ast. Residen. Di Pulau Bangka terdapat 5 Onderafdehify yang akhirnya menjadi 5 Karesidenan sedang di Pulau Belitung terdapat 1 Karesidenan.

Di zaman Jepang Karesidenan Bangka Belitung di perintah oleh pemerintahan Militer Jepang yang disebut Bangka Beliton Ginseibu. Setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh Belanda di bentuk Dewan Bangka Sementara pada 10 Desember 1946 (stbl.1946 No.38) yang selanjutnya resmi menjadi Dewan Bangka yang diketuai oleh Musarif Datuk Bandaharo Leo yang dilantik Belanda pada 11 November 1947. Dewan Bangka merupakan Lembaga Pemerintahan Otonomi Tinggi.

Pada 23 Januari 1948 (stb1.1948 No.123), Dewan Bangka, Dewan Belitung dan Dewan Riau bergabung dalam Federasi Bangka Belitung dan Riau (FABERI) yang merupakan suatu bagian dalam Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 141 Tahun 1950 kembali bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga berlaku undang-undang Nomor 22 Tahun 1948.


Pada tanggal 22 April 1950 oleh Pemerintah diserahkan wilayah Bangka Belitung kepada Gubernur Sumatera Selatan Dr. Mohd. lsa yang disaksikan oleh Perdana Menteri Dr. Hakim dan Dewan Bangka Belitung dibubarkan. Sebagai Residen Bangka Belitung ditunjuk R.Soemardja yang berkedudukan di Pangkalpinang. Berdasarkan UUDS 1950 dan UU Nomor 22 Tahun 1948 dan UU Darurat Nomor 4 tanggal 16 November 1956 Karesidenan Bangka Belitung berada di Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Bangka dan dibentuk juga kota kecil Pangkalpinang.

Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1957 Pangkalpinang menjadi Kota Praja. Pada tanggal 13 Mei 1971 Presiden Soeharto meresmikan Sungai Liat sebagai ibukota Kabupaten Bangka. Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2000 wilayah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung menjadi Propinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya sejak tanggal 27 Januari 2003 Propinsi Kepulauan Bangka Belitung mengalami pemekaran wilayah dengan menambah 4 Kabupaten baru yaitu Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Belitung Timur dan Bangka Selatan.

Adanya pemekaran ini, Provinsi Kepulauan Bangka sekarang terdiri dari 6 kabupaten dan 1 Kota, yaitu:

Kabupaten Bangka
Kabupaten Belitung
Kota Pangkalpinang
Kabupaten Bangka Barat
Kabupaten Bangka Selatan
Kabupaten Bangka Tengah
Kabupaten Belitung Timur
Sebelum otonomi daerah, jumlah kabupaten/kota ini hanya terdiri dari tiga saja yaitu Bangka, Belitung dan Kota Pangkalpinang. Mudah-mudahan pemekaran ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah dan mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat dan bukan hanya memperbanyak "eselon-eselon" pejabat daerah. Amin


Diposkan oleh Syarif Syahrial

Senin, 16 Maret 2009

Kepengurusan 2009-2010

SUSUNAN KEPENGURUSAN
IKATAN MAHASISWA BANGKA BELITUNG - SEMARANG
PERIODE KEPENGURUSAN 2009/2010

Pelindung :
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Ir. H. Eko Maulana Ali, M.Sc

Pembimbing :
Forum Alumni IMABABEL

Dewan Penasehat :
Arfian, Skom (Sungai Liat-Bangka)
Alhidayah (Tanjung Pandan - Belitung Induk)
Nurul Ikhsan (Mentok - Bangka Barat)
Dirga Surya Silalahi (Pangkalpinang - Bangka)
Dozi (Perlang - Bangka Tengah)

PENGURUS HARIAN
Ketua Umum :
Paret Agung Sanjaka (Pangkalpinang-Bangka)

Wakil Ketua :
Marhadi (Perlang-Bangka Tengah)

Sekretaris :
Nurul Fitri Apriliyani (Tanjung Pandan-Belitung Induk)
Hum Ni`mah (Pangkalpinang-Bangka)

Bendahara :
Alamantari (Sijuk-Belitung Induk)
Putri Ramadhini (Koba-Bangka Tengah)
Indra Suwito (Sungailiat-Bangka Induk)

Dept. PSDM :
Catur Julianto (Pangkalpinang-Bangka)
Ayu Prameswari (Batu Raja-Belitung)
Janer (Tanjung Pandan-Belitung Induk)
Divo Darma Silalahi (Pangkalpinang-Bangka)
Ardian Sufandi (Mentok-Bangka Barat)
Ratna Juwita (Koba-Bangka Tengah)

Dept. Humas :
Bonggo Janatin (Penyamun-Bangka Induk)
Al-Hafizd (Tanjungpandan-Belitung Induk)
Rima Hasmida (Pangkalpinang-Bangka)
Rian Ghanesa (Toboali-Bangka Selatan)
Selvya Juwita (Pangkalpinang-Bangka)
Risa Marfirani (Pangkalpinang-Bangka)

Dept. Mikat :
Suryandaru (Pangkallalang-Belitung Induk)
Surya Frantiko (Pangkalpinang-Bangka)
Muhammad Farkah (Tanjung Pandan-Belitung Induk)
Anugrah (Tanjung Pandan-Belitung Induk)
Yurdani (Perlang-Bangka Tengah)
Andri (Kelapa Kampit-Belitung Timur)
Kurniawan (Sungailiat-Bangka Induk)

Dept. Danus :
Desta Anggir Pratista (Manggar-Belitung Timur)
Isdora (Tanjung Pandan-Belitung Induk)
Neisya (Pangkalpinang-Bangka)
Nurrahma Umami (Mentok-Bangka Barat)
Dafrul (Tanjung Pandan-Belitung Induk)

Kesekretariatan :
Riduan Hadistian (Air itam-Pangkalpinang)

Minggu, 01 Maret 2009

Dokumentasi Kegiatan

PEMIRA DAN RAI 2009
28 Februari 2009